8 Tips Agar Update Status Bisa Menghasilkan Uang

Gudnyus.com – Masih setia membaca artikel dari saya? Kali ini kita masuk ke pembahasan bagaimana caranya update-update status yang menjual. Menjual maksudnya tidak sama dengan Dilan (dikit-dikit jualan).

Kalau kerjaannya jualan saja, nanti friends Anda lama-kelamaan jenuh. Makanya akan wajar bila postingan anda hanya sedikit mendapat like.

Sekarang ayo kita ubah pola pikir kita. Seperti yang saya jelaskan pada materi sebelumnya, bahwa kita perlu sharing-sharing dahulu, selling-selling kemudian.

Artinya apa? Ya banyakin sharingnya. Bukan sellingnya. Hal ini bertujuan supaya Anda bisa membangun personal branding, bisa membangun audience, dan friends Anda akan selalu menantikan setiap update dari Anda.

Karena pada dasarnya, Facebook adalah sosial media, media untuk berinteraksi, bukan jualan melulu. Cobalah gunakan rumus 3:1:1 untuk komposisi update status Anda dalam sehari.

Rumus Update Status Jualan

3x sharing-sharing status edukatif, mau panjang mau pendek, dan yang bisa memancing interaksi

1x jualan dengan cara soft selling. Artinya Anda sedang promosi tetapi seakan-akan tidak promosi. Tekniknya kita bahas lebih dalam di Covert Selling

1x bolehlah Anda langsung jualan atau promosi menawarkan produk (hard selling), dengan diberi gambar / poster penawaran promonya.

Sekarang, kita bahas jenis-jenis status yang bisa Anda gunakan untuk kegiatan Facebook Marketing yuk.

1. Status Edukasi
Anda sharing-sharing saja artikel yang berhubungan dengan produk Anda. Usahakan yang Anda sharing juga menangkap isu kekinian dalam masyarakat. Anda bisa kembangkan isu kekinian dalam status edukatif Anda. Ditambah bumbu bahwa apa yang Anda bahas sedang ramai diperbincangkan, maka status Anda bisa menjadi viral.

2. Status Pendek-Pendek yang Mengundang Interaksi
Sekarang di Facebook ada fitur membuat status pendek dengan background kan? Nah, manfaatkan fitur ini karena memang powerful untuk memancing interaksi.

Status pendek ini bisa Anda tulis dengan hiburan, fakta unik, atau quote Anda sendiri. Tentunya masih sejalan dengan bisnis yang Anda jalankan loh ya

3) Quote Inspirasi
Status berupa kuote-kuote yang inspiratif juga bisa memancing interaksi banyak orang. Misalnya bila Anda menjual buku bisnis, maka Anda bisa posting mengambil quote-quote yang inspiratif tentang bisnis dan motivasi di buku yang ingin dijual. Setelah quote, biasanya saya beri sedikit caption untuk lebih menjambarkan kuote tersebut.

4. Kisah Nyata Inspiratif
Siapa yang tidak suka kisah-kisah nyata yang inspiratif coba? Kisah nyata inspiratif akan memancing rasa ingin tahu seseorang. Carilah kisah inspirasi yang juga memiliki keterkaitan dengan produk yang Anda jual. Konten seperti inilah yang paling banyak memberi potensi viral.

5. Storytelling Pengalaman Menggunakan Produk
Emak-emak yang jago jualan di facebook, selalu suka bikin storytelling menceritakan pengalamannya sendiri atau orang lain ketika menggunakan produk yang dijualnya. Tentu saja, storytelling jenis ini sukses membuat orang lain kepo dan ingin membeli.

Contoh storytelling:
Saya gak nyangka, ternyata anak bayi saya jadi perhatian tersendiri pada acara ultah temennya. Mungkin gara-gara pakai Dress Cinderella ini ya. Padahal harganya murah, gak semahal baju-baju di Factory Outlet Baby. Tapi yang penting kan kainnya aman buat baby dan modelnya unyu. [Lalu pajang foto baby-nya dengan Dress Cinderella tersebut]

Kalau Anda punya baby dan membaca postingan ini, lalu melihat foto si baby cinderella yang beneran unyu, apa yang akan Anda pikirkan?
Yup, penasaran, kepo, langsung deh tanya, “beli dimana Mak? Harganya berapa Mak?”

6. Soft selling
Sesuai artinya, soft selling itu maksudnya adalah promosi tetapi dengan halus. Cari paling mudah dan powerful adalah: bagian pertama isinya sharing dahulu, lalu bagian berikutnya memperkenalkan produk. Ini adalah contoh soft selling ketika menjual buku Creativepreneur :

Saya sering menjumpai orang yang bingung mau berbisnis apa
Biasanya sih dari kalangan karyawan yang mau resign, atau mahasiswa yang baru lulus
Kalau mentok, ujung-ujung nya terjun jadi karyawan lagi
Salah gak?
Ya gak juga sih, itu udah jadi pilihan masing-masing
Yang penting barokah, gitu katanya
Nah, kalau kawan-kawan sendiri sekarang sudah punya bisnis sendiri atau masih berbakti di bisnis orang?
Jujur, pasti kita semua pribadi pengen donk ya punya usaha sendiri
Alasannya?
Udah pasti, kalau punya bisnis sendiri InsyaAllah penghasilan kita lebih banyak, atau ‘cukup’
Iya cukup
Lagi butuh beli motor -> cukup
Lagi butuh beli mobil -> cukup
Lagi butuh beli rumah -> cukup
Buat biaya anak sekolah/kuliah -> cukup
Buat umroh sekeluarga -> cukup
Aamiin…
Kawan-kawan kalau memilih bisnis, berdasarkan apa?
Passion atau permintaan market?
Tentunya lebih enak kalau passion atau hobi kita pun bisa dijadikan bisnis dan emang permintaan market juga gede
Enaaaak bangeet…
Emang bisa ya? Ya bisa banget
Salah dua guru Saya, Mba Muri Handayani dan Mba Nissa Nuraini…
Mereka juga membangun bisnis yang bermula dari hobi sendiri
Perjalanan mereka berdua dari awal sampai bisnisnya gede sekarang juga ditulis di buku “CreativePreneur”
Bismillah…
Mudah-mudahan segala niat kita untuk membangun bisnis dimudahkan dan dilancarkan
Segala impian-impian besar kita bisa lebih mudah tercapai, aamiin…
[Lalu saya beri poster bukunya yang juga menjelaskan bahwa bukunya sedang diskon 60% hanya dalam 3 hari. Cetarrr 😄]

7. Hard Selling
Hard selling adalah kebalikan dari soft selling. Kalau hard selling ya langsung saja informasikan produk yang Anda jual. Tetapi tetap harus dalam tulisan yang rapi ya. Kebiasaan buruk seller-seller diluar sana kalau jualan isinya hard selling melulu.

Udah hard selling, bahasanya menggelegar, lalu tulisannya banyak simbol-simbol warna-warni. Malah bikin mata merah yang membaca. Saya biasa menggunakan hard selling jika ada promosi tertentu saja.

8. Selalu sertakan gambar atau foto
Ya, ini wajib hukumnya. Selalu sertakan gambar atau foto yang mendukung status Anda. Misal Anda bikin soft selling, ya sertakan juga foto produk yang Anda jual, di foto tersebut juga beri keterangan apakah diskon, apakah potongan harga, apakah promosi terbatas, dan sebagainya.

Begitu pula jika Anda membuat status-status atau quote milik Anda sendiri. Beri watermark atau penanda di gambar tersebut. Penandanya bisa berupa nama Anda atau website Anda

Itulah jenis-jenis status yang bisa Anda bangun untuk membangun interaksi dan membangun personal branding. Mulai dipraktekkan ya, karena sesungguhnya jika hanya sekedar upload-upload saja, itu bukan jualan namanya.

Oleh: Sukaryo, Founder Rumah Karya Indonesia

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *