Memasuki Industri 4.0, Pemerintah Siapkan 368 Ribu Beasiswa Tingkatkan Kualitas SDM

Gudnyus.com – Tahun 2019 Pemerintah memfokuskan pembangunan sumber daya manusia untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan dan peluang masa depan. Bahkan pemerintah telah menyiapkan sebanyak 368 ribu beasiswa di tahun ini.

Menurut Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho komitmen pemerintah dalam pembangunan manusia, dengan menganggarkan tidak kurang dari Rp 375 Triliun pada tahun 2018.

“Ini peningkatan sebesar 26 persen dan merupakan anggaran tertinggi sejak 4 tahun terakhir. Sebesar 17 persen dialokasikan untuk Kesehatan, 40 persen untuk Pendidikan, dan 43 persen untuk Perlindungan Sosial,” paparnya dalam Dialog Publik 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dengan tema ‘Peluang dan Tantangan Generasi Muda Menghadapi Revolusi 4.0’ di auditorium Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (29/01/2019).

Dihadapan 500 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, Yanuar menyatakan pemerintah juga meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari 196 ribu menjadi 368 ribu di tahun 2018 dan pemberian tunjangan profesi kepada 210 ribu guru non-PNS untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Di tahun 2016, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) baru dilakukan di 500 sekolah, tahun 2018 sudah di 188 ribu sekolah.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kantor Staf Presiden dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai bagian dari kegiatan diseminasi capaian Pemerintahan Jokowi-JK di Provinsi Gorontalo. Dalam diskusi publik ini, para peserta menyaksikan paparan tentang capaian saat ini dan tantangan masa depan Indonesia.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkary mengatakan saat ini Indonesia sudah menapaki era Revolusi Industri 4.0.

“Ini ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi aspek kehidupan masyarakat. Namun, belum semua elemen masyarakat menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkannya,” jelasnya.

Hadir juga dalam dialog publik ini Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, dan Wakil Rektor I Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Ir. Mahludin H Baruwadi.

Tahun 2045 penuh tantangan baru lalu pemanfaatan peluang dan antisipasi menuntut sikap kritis serta dialog dan ko-kreasi pemerintah dan publik multak terjadi. “Tidak ada ceritanya pemerintah kerja sendirian, pemerintah perlu bekerja sama dengan berbagai pihak,” kata Yanuar.

Menanggapi hal tersebut, Gati Wibawaningsih menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian telah membentuk program start-up. “Kami adakan kompetisi dan di tahun 2020 kita bekerja sama dengan Pemerintah Swiss untuk mengembangkan start-up tersebut,” paparnya. “Pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memajukan negeri ini,” tambahnya.

Pemerintah telah mempersiapkan peta jalan atau road map berjudul Making Indonesia 4.0, yaitu strategi Indonesia memasuki era digital saat ini. “Presiden Jokowi berharap sektor industri 4.0 ini dapat menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi,” jelas Septriana.

sumber: kominfo.go.id

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *